BLOG INFORMASI JUAL-BELI-SEWA PROPERTY – HUB: 0812 2016 6708

ARTIKEL

 

Kami Multi Niaga Cv, Perusahaan Yang bergerak dibidang Perdagangan Umum Dan Jasa Aplikasi, Menawarkan sebuah inovasi baru untuk plafond rumah anda, Plafond Gypsum dengan rangka Hollow Galvalum (Zincalum) dimana bahan hollow sama dengan bahan metal furing dengan kekuatan yang lebih dibandingkan metal furing. dengan ketebalan flat 0,4mm dan dengan bahan alumunium zinc, menjadikan rangka plafond anda menjadi lebih kokoh dan tahan terhadap karat dan rayap. Penawaran kami untuk spesifikasi Rangka Hollow Galvalum dan papan Jayaboard 9mm dengan harga/m2 @Rp.70.000,- Jangan lewatkan penawaran Berharga Ini.

Hubungi :(0251)8425441/(0251)3040579/08128105334

Kami menyediakan plafond gypsum berikut dengan pemasangan, dengan teknisi yang terlatih, selain itu kami juga menyediakan berbagai macam pilihan papan gypsum berbagai merk seperti: jayaboard, elephant dan gyprock, dll. dengan pilihan acesoris yang menarik.Dengan garansi pemasangan selama 1 tahun. Hubungi kami di (0251)842-2541 atau di (0251)278-0043.
PUSAT PENJUALAN GENTENG KERAMIK: M-CLASS-KANMURI-KIA-MORANDO JATIWANGI-CISANGKAN-GENTENG33-MEGATON-METALROOF, RANGKA ATAP BAJA RINGAN DAN PLAFOND GYPSUM


PAKET BAJA RINGAN ZINCALUME C75.0,75 + GENTENG BETON 33 = Rp.185.000,-

PAKET BAJA RINGAN GALVANIS C75.0,75 + GENTENG BETON 33 = Rp.170.000,-

PAKET BAJA RINGAN ZINCALUME C75. 0,75 + GENTENG MEGATON = Rp.180.000,-

PAKET BAJA RINGAN GALVANIS C75. 0,75 + GENTENG MEGATON = Rp.160.000,-

Senin, 12 Juli 2010

INFORMASI HARGA GENTENG KERAMIK ALL BRAND




Mulai Per Tanggal 1 January 2011 HargaGenteng Keramik Untuk semua Brand mengalami kenaikan, berikut harga masing2 genteng utk setiap brandnya:

Genteng Keramik M CLASS Natural Harga Baru Rp.5.800,-/pcs
Genteng Keramik Kanmuri MILENIO Harga Baru Rp.5950,-/pcs
Genteng Keramik Kanmuri ESPANICA Harga Baru Rp.5.750,-/pcs
Genteng Keramik KIA Topaz Natural Harga Baru Rp.5.450,-/pcs

Untuk Informasi harga warna warna lainnya dapat menghubungi kami di (0251)8422-541/081905250866

Menampilkan entri terbaru dengan label Genteng beton CISANGKAN VICTORIA. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri terbaru dengan label Genteng beton CISANGKAN VICTORIA. Tampilkan entri lawas

Rabu, 21 April 2010

Genteng Beton Cisangkan Victoria


Victoria is a concrete flat tile. Currenty, it’s the favorites among our customer. Victoria has a four types, there are Slate, Multiline, Pine and Classic.
Spesification :
Actual Area = 33 x 42 cm
Exposed Area = 25.9 x 39.1 cm
Weight = 4.95 kg
Tile Needed per sqm = 10 pieces/sqm
Batten Size = 3 x 4 cm
Batten Trans = 25.5 cm
Minimun Slope = 25 degree
> 40 degree nail needed

Jangan Terkecoh Harga Asal Murah

Untuk masing-masing jenis penutup atap (genteng keramik/beton/metal, seng aluminium, onduline, fiberglass atau asbes), ukuran/dimensi, ketebalan serta konstruksi rangka kuda-kuda atap baja ringan yang digunakan berbeda disesuaikan dengan berat material penutup atap. Semakin berat material penutup atap, semakin besar/tebal pula rangka yang dipakai. Begitu pula sebaliknya.

JANGAN TERKECOH DENGAN HARGA MURAH, ketelitian
sebelum membeli atap baja sangat diperlukan. Mintalah informasi ukuran/dimensi Reng (roof batten) dan C channel rangka yang akan dipasang. Semakin besar/tebal Reng dan C channel rangka, semakin besar pula beban yang dapat ditanggung oleh rangka. Semakin kecil ukuran/dimensi C channel, semakin minim pula kesanggupan rangka untuk menanggung total beban penutup atap.

Seperti contoh rekomendasi untuk 3 jenis C channel (kanal C) Zincalume maupun Galvanis adalah sebagai berikut :

Ilustrasi Profil

* C71.075
Direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup genteng metal, seng, fiberglass, Onduline, asbes dan jenis penutup atap lainnya yang bersifat ringan. Pemakaian C71.075 dengan bentangan lebar tetap aman karena kekuatan rangka/kuda-kuda sebanding dengan beban total penutup atap.

* C81.075

Selain direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup seperti tersebut di atas dengan bentangan lebar, C81.075 juga dapat diaplikasikan untuk jenis penutup genteng keramik dengan bentang atap menengah (-/+ 7 meter).

* C81.095

Direkomendasikan untuk rangka atap baja dengan jenis penutup genteng keramik dan genteng beton dengan bentang atap yang panjang (s/d > 9 meter).

PENUTUP ATAP (Genteng)

Untuk genteng atau material penutup atap, sangat banyak pilihan tersedia di pasaran yang memiliki kualitas sangat beragam. Mengenai pilihan, semuanya kembali lagi ke Anda sendiri berdasarkan pertimbangan selera dan jumlah dana yang tersedia.

HAL YANG PENTING ANDA INGAT :

* Pilih perusahaan aplikator yang dapat dipertanggung jawabkan. Jangan hanya bertransaksi melalui email atau telepon. Apa lagi bila Anda mencari aplikator melalui internet search engine (Google, Yahoo! dan lain-lain). Sediakan waktu dan sempatkan diri Anda untuk datang langsung ke kantor aplikator yang Anda pilih. Cek keberadaan alamat kantor aplikator tersebut. Secara kasat mata, Anda pasti bisa membedakan mana aplikator resmi dan aplikator ‘abal-abal’.

* Produsen atau kontraktor rangka atap baja ringan yang produk atau prosedur kerjanya sesuai dengan standar internasional dalam melakukan perhitungan struktur dan jumlah material selalu menggunakan software khusus yang memang di-desain untuk perhitungan rangka atap baja ringan yang menjamin tingkat presisi material dan pemasangan rangka atap baja ringan.

* Sekali lagi JANGAN TERKECOH DENGAN HARGA MURAH. Selalu pastikan bahwa konstruksi dan struktur rangka baja ringan yang Anda pakai memiliki GARANSI RESMI dari pihak aplikator.

* PENTING ANDA INGAT karena atap adalah pelindung ‘kepala’ rumah Anda. Jangan hanya karena selisih harga yang tidak seberapa Anda rela mengorbankan nyawa dan keselamatan keluarga Anda.

* PENTING ANDA INGAT karena rumah adalah asset Anda yang paling berharga sebagai warisan untuk anak cucu Anda kelak. Rumah yang kuat dan kokoh juga akan menaikkan harga jual kembali rumah tersebut apabila suatu saat Anda berniat untuk menjualnya.


======

Senin, 13 September 2010

Perubahan Logo ! Momentum Maksimalkan Energi Selling

Alhamdulilah setelah bulan kemarin transaksi lokasi rumah di Cigadung, persis hari ini Senin, 13/9/2010, akhirnya DEAL HARGA dan transaksi dilaksanakan bisa di bulan September 2010 ini. Ini awal yang baik terus untuk me-maintenance semangat dan energi untuk terus dimaksimalkan. Apalagi perubahan logo kantor cukup memompa api semangat untuk terus berkarya. Paling tidak momentum menjelang akhir tahun 2010 adalah moment yang baik untuk tingkatkan penjualan property. ================================

Keterangan: logo ini mengalami perubahan, bentuk atap rumah adalah simbol sederhana property yang kami bangun dan kami akan pasarkan, sedangkan gambar garis  lurus berdiri kokoh adalah simbol sebuah cita-cita untuk memaksimal dalam pelayanan yang merupakan nilai-nilai polisif yang kami anut dalam bekerja di perusahaan ini, seperti (1) bekerja dengan jiwa, (2) bekerja secara total dan profesional, (3) bekerja tekun dan bekerja keras, (4) bekerja untuk FOKUS pada result. Semoga nilai-nilai yang tersimbolkan dalam logo baru ini bisa menjiwai, mewarnai dan memompa api semangat kami untuk bekerja. Semoga !!!

wawan

=======================================

Kamis, 22 Juli 2010

Tak terasa, perjalanan waktu sudah menginjak semester dua  Juli-Desember 2010. Walau berjalan lumayan berat sejak September 2009 s.d Juni 2010 … akhirnya menemukan hasilnya manakala transaksi rumah di daerah Turangga dengan nilai 1,5 M dan Deal harga di cigadung dengan harga 1 M ….. semoga ini adalah awal yang baik dalam bekerja di fase semester II tahun 2010. Ayo semangat terus, dan tata kembali pasukan “perang” sekaligus merupakan ladang ibadah dalam menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain. ….

=============================

2010, Tahun Milik Kita

Adalah hari demi hari di tahun 2009 akan segera berakhir. Kita mulai berhitung dan berkalkulasi penuh harap dan keberuntungan di tahun 2010 …., selamat liburan dan songsong tahun penuh harap, karena hidup mesti jalan dan roda kehidupan pasti akan berputar terusss, ………

===============================================================

Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah, Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batinnn, ayo terus semangat … songsong masa depan, songsong target akhir tahun di catur wulan IV, bulan Oktober-Nov-Desember 2009 … maju terusss

Minggu, 3 Mei 2009

waktu teh terus bergerak, agro jalan terus. Tidak terasa sudah ketemu bulan Mei 2009 lagi, rasanya baru kemarin-kemarin kita tahun baruan 2009. Memang harus pasang target biar waktu yang terus berputar ini dapat dimaksimalkan manfaatnya buat kehidupan. Jatah umur pun terus berkurang ….. Yup pasang target dan harus ada keberanian tuk mentarget-kannya sekaligus mengeksekusinya ….. Sukses kadangkala bukan berbicara berapa modal kita, siapa orang tua kita, tetapi seringkali juga SEBERAPA kah NYALI dan NEKAD kita tuk memulai suatu hal yang menjadi harapan dan cita-cita kita ….

wawan

Senin, 20 April 2009

Malam ini aku masih menulis, masih upload data property, masih bekerja, dan merenungkan apa yang akan dikerjakan besok hari. Kalau sudah malam begini teringat sekali apa-apa yang sudah dikerjakan tadi siang, dan lebih dari itu puji syukur ya Allah atas semua anugerah yang telah engkau berikan kepadaku dan semua nikmat yang telah diberikan. Lebih-lebih beberapa target pribadi yang sebagian secara perlahan bisa dilaksanakan.  Terima kasih Tuhan ……… atas semua nikmat yang telah aku rasakan dari buah kerja bisnis property ini ….

===================================================

wawan

Senin, 12 April 2009

Dari sebuah Small Office ….. berangkat dari sebuah kantor kecil, bayi ini dilahirkan, saat ini usianya sudah menginjak delapan (8) bulan. Dilahirkan dengan kondisi apa adanya, dilahirkan dengan sebuah spirit untuk hidup berkembang dan berdiri sejajar dengan perusahaan yang sudah mapan, terlahir dari keinginan untuk menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain yang bisa menghidupi mereka yang ingin gabung didalamnya, terlahir dari sebuah kondisi yang tidak melulu berbicara fasilitas dan tuntutan. Engkau dilahirkan membawa spirit tuk maju dan berkembang. TOTAL pro, adalah bayiku. Ruangan small office mu memancarkan aura persahabatan dan ambisi, ……. saat malam pun engkau memendam rasa tuk selalu bersama, walaupun akhirnya aku pulang malam-malam, tapi kurela demi membesarkanmu. ……. inilah meja kerjaku tempatku bekerja, semoga tambah maju, karena esok penuh tantangan, dalam hari-hari sengitnya pertempuran bisnis property. ***

ruang-kerja

=================================================

wawan

Senin, 16 Februari 2009

Bayiku, TOTAL property, BARU berusia 7 bulan

Tidak terasa waktu terus menerus berputar. Tahun 2009 sudah bulan Februari lagi, …. rasanya baru kemarin-kemarin saya resign dari perusahaan yang lama. Berarti “bayi perusahaan” yang saya lahirkan baru nginjak bulan ke-7 sejak terlahir persis 1 Agustus 2008. Bayi perusahaan yang masih merangkak dan berusaha berdiri tegak untuk ikut serta dalam kompetisi kampanye memasarkan rumah-rumah second dan baru yang dipasarkan di kota Bandung. Walaupun perjalanan baru 7 bulan ini, terasa sekali masih diombang-ambing berbegai kekurangan dan hambatan, akan tetapi berbicara kekurangan dan hambatan tampaknya tidak akan pernah selesai, yang harus dilakukan saat ini adalah do dan do, kerjakan dan kerjakan. Persoalan masalah dan tantangan senantiasa hadir dalam setiap upaya atau cita-cita yang kita inginkan. Diantaranya adalah mengenai rencana ke depannya seperti apa bayi yang baru dilahirkan ini. Karena bayi ini harus tumbuh berkembang menjadi besar, mandiri, manajemen yang sistemik dan on-line. Yaaaaaaa ….. TOTAL property …. bayiku … engkau harus menjadi BESAR, harus menjadi tumpuan dan harapan mereka yang menyandarkan hidup dan bermata pencaharian sebagai broker dibawah benderamu yang terus dikibarkan, engkau harus kuat berjalan dan terus belajar untuk berjalan dan akhirnya bisa berdiri tegak sejajar dengan agent-agent property lainnya yang berada di kota Bandung. Engkau hadir bisa memberikan manfaat tidak hanya bagi owner dan jajaran manajemen tetapi lebih dari itu menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain. TOTAL property …. engkau harus jadi SOLUSI ditengah kegalauan anak-anak negeri ini yang mengharapkan terciptanya lapangan pekerjaan, karena engkau juga ikut serta membantu pemerintah dan masyarakat memberikan lapangan pekerjaan. Semoga …. ****

wawan

Tulisan Lama

Broker Property juga Manusia..!

Membaca kata broker,apa persepsi yang muncul dipikiran kita? Persepsi kita bisa berarti orang yang suka minta komisi, ada unsur percaloan, atau malah perspektif yang negatif seperti masalah menjandi panjang. Broker sendiri berarti pedagang perantara. Mungkin takala zaman belum seperti sekarang, seorang produsen yang menciptakan suatu produk disebabkan memiliki keterbatasaan waktu dan tenaga untuk menjual dan memasarkan produknya, kemudian menggunakan jasa broker dengan imbalam komisi bagi yang mampu membawa pembeli.

Broker bertindak sebagai pedagang perantara, berfungsi mempertemukan penjual dan pembeli sehingga mempercepat dan membantu kelancaran proses negoisiasi. Hasil akhir adalah memperoleh komisi dari jasa layanan mereka. Broker menjual informasi tentang apa yang dibutuhkan pembeli, dan mencari pemasok-pemasok mana yang menyediakan barang kebutuhan tersebut.

Dunia per-broker-an tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam hal percintaan terkadang muncul juga broker yang kita kenal dengan istilah mak comblang. Tugasnya sebagai katalisator, dalam ilmu kimia, katalisator diperlukan bila ingin melarutkan dua zat yang sulit menyatu tapi dengan adanya katalisator maka zat tersebut akhirnya dapat menyatu.

Mak comblang juga ini berfungsi sama seperti itu. Dialah yang aktif berperan untuk bagaimana dua orang yang sedang jatuh cinta ini agar dapat bersatu. Dan bila jadian etika-nya sih ada komisi, biasanya bentuk traktir makan sebagai rasa syukur.

Dibidang property, seorang broker memiliki peran untuk menegosiasikan penjualan property antara penjual dan pembeli dengan imbalan komisi tertentu. Sebagai broker professional mereka harus bertindak bagi kepentingan penjual dan pembeli dan buka untuk dirinya sendiri, selain itu juga harus bisa menjadi problem solver, mencari solusi bila ada ketidak sesuaian antara penjual dan pembeli dengan pendekatan win-win solution.

Semenjak saya “terdampar” di ERA, agen broker property banyak hal yang mengubah pandangan saya tentang broker. Sepertinya tugasnya mudah, cukup menghubungkan antara pemilik property dan calon buyer, tapi ternyata tidaklah demikian. Dalam dunia ini justru dikenal “pulungan” (bahasa Jawa), atau jodoh-jodohan . Bila sesama marketing associate tidak jadi closing (transaksi), antara pembeli dan penjual tidak terjadi kecocokan dan tidak terjadi transaksi, kata-kata yang sering muncul pun adalah…”yah sudalah mungkin belum jodoh!” Lemas lagi…..!

Kali ini saya menulis bagaimana proses bisnis menjadi pebisnis broker. Tulisan ini masih kurang detail tapi saya mencoba garis besarnya saja. (Catatan: untuk istilah property itu dapat berarti rumah, tanah, bangunan komersial seperti rumah toko, ataupun gudang, bisa juga apartemen).

Usaha bisnis broker property sebenarnya tidak perlu banyak modal. Kecuali kita membeli waralaba atau franchise seperti ERA, Century 21, RayWhite, Coldwell Banker, dan lain sebagainya. Itu bisa kisaran 150 juta sampai 350 juta. Belum lagi kita harus menyiapkan budget untuk mencari ruang usaha sebagai kantor, 1 orang yang bertindak sebagai member broker atau managing director, 2 orang pegawai administrasi, 1 orang driver. Gaji mereka disesuaikan dengan UMR setempat, trus ada biaya overhead, seperti listrik, biaya telepon (line telepon minimal dua line). Kantor tidak perlu membayar marketing, karena mereka sifatnya menerima komisi saja.

Secara sederhana untuk usaha broker property bila TANPA system waralaba bisa dimulai dengan tim kecil saja. Modal utamanya tentu informasi, yakni mencari informasi property yang akan dijual atau mencarikan property bila kita mendapatkan seorang calon pembeli yang serius dan kemudian mengajaknya bertemu untuk deal harga.

Bagi hasil umum yang berlaku ada komisi berkisar 1 sampai 5%. Developer yakni yang membangun property biasanya berbentuk perumahan umumnya memberikan komisi antara 1-2% bagi broker tradisonal (BT) bila kita membawa buyer dan buyer tersebut membeli rumah developer itu.

BT adalah à orang yang menekuni profesi broker tanpa institusi tertentu seperti ERA,

Di ERA sendiri saya jelaskan untuk harga jual s/d 1 milyar komisinya 3%, 1 M s/d 3M komisi 2,5% diatas 3 Milyar komisi 2% sementara untuk komisi sewa (rumah, ruko atau tanah) sama rata dikenaikan 5%. Kalau kita sebagai marketing associate, itu pun ada bagi hasil sendiri dengan kantor ERA. Komisi 3% itu akan dibagi lagi dengan bagi hasil tertentu dengan sekian persen kantor ERA diwilayah jogja misalnya, kemudian royalty yang harus dibayar bagi pemegang waralaba, dan komisi antara marketing yang berhasil men-selling (menjual) dan me-listing rumah serta ada penghasilan dikenakan pajak.

Prospek mencari listing (maksudnya mencari pemilik yang sedang/ingin menjual atau menyewa property dan mempercayakan kita untuk memasarkannya), bisa kita dapatkan melalui kawan, kerabat, iklan baris disurat kabar, atau lagi jalan-jalan dan menemukan tanda didepan rumah pemilik. Semuanya itu bisa kita prospek agar bersedia diajak kerja sama dengan kita. Bila kita mendapatkan pembeli kita tawarkan mau tidak sang pemilik memberi komisi kepada kita, atau bekerja sama untuk deal harga, atau sistemnya jual harga dengan cara pemilik mententukan harga terserah kita mau menjual dengan harga berapa. Selisihnya itu menjadi milik kita.

Kegiatan untuk mencari pembeli bisa dilakukan dengan meng-iklan-kan property sang pemilik tadi, memang akhirnya kita harus mengeluarkan biaya. Dengan beriklan dari situ lah kita merespon calon pembeli yang betul-betul serius mau membeli rumah tersebut.

Nah bila ada respon iklan dari seorang yang bertanya tentang property yang kita iklan kan tadi, calon pembeli itu bisa kita approach dan follow-up agar mau mempercayai kita untuk berkeja sama mencari property sesuai kriteria mereka. Mungkin dengan bertemu langsung, dan berkenalan, sebagai seorang broker yang serius dan profesional tentu kita akan berusaha mencarikan tipe property sesuai dengan kebutuhan pembeli tersebut, dan bersama-sama meninjau lokasi.

Logikanya dengan mengiklankan property dari prospek listing tadi, kita mendapat respon dari yang membaca iklan kemudian bisa menyaringnya menjadi calon buyer, kemudian kita pun memiliki tugas baru lagi yakni mencari property yang diinginkan pembeli dengan cara melihat iklan di surat kabar, jaringan atau kawan sesama broker, atau dengan cara canvassing (kegiatan untuk mendapatkan prospek dengan berjalan-jalan disekitar lokasi tertentu).

Ada keahlian lagi yang diperlukan bagi seorang broker yakni kemampuan sosial atau human skill, interpersonal skill, komunikasi yang jelas dan baik, mampu membangun kepercayaan (trust) terhadap klien. Job broker ini berhubungan dengan orang-orang maka people skill sangat diperlukan, tidak ada salahnya memulai membaca buku tentang relationship dan personality. Selain itu memiliki kemampuan penjualan (selling skill) iyang harus terus menerus kita kembangkan. Kreatifitas kita dalam memasarkan dan menjual unit property suatu hal yang mutlak.

Satu hal lagi yakni sedikit punya pengetahuan dibidang legal dan hukum, yaitu membuat suatu perjanjian kerja sama, agar aman setiap perjanjian kerja sama sebaiknya dilakukan secara tertulis untuk menghindari pemilik yang tidak mau membayar komisi. Kita pun harus familiar dengan surat-surat seperti akta tanah, sertifikat tanah, jangan sampai misalnya kita menemukan masalah menjual tanah yang sedang bersengketa, adanya teman dibidang tersebut membantu kita dalam mencari solusi-solusi. Misalnya pada notaris, pejabat pembuat akta tanah ataupun didepatemen pertanahan.

Pengetahuan tentang arah perkembangan suatu daerah yang lazim disebut perencanaan tata kota harus dimengerti. Daerah mana yang akan berkembang sebagai daerah bisnis, dimana daerah yang prioritas pemukiman, daerah mana yang akan berkembang misalnya saja akan dibangun suatu pusat pendidikan haruslah kita ketahui. Naik turunnya nilai property sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang disebutkan tadi.

Bila tertarik untuk berkecimpung dibidang bisnis broker property ada baiknya bergabung dahulu disalah satu agen property yang sudah maju dalam system untuk belajar lika-liku bisnis ini. Sehingga kita dapat menghindari jebakan-jebakan yang mungkin bisa merugikan diri kita.

Bisnis perantara property harus sabar, terkadang menghadapi calon pembeli, mereka biasanya tanya macam-macam. Protes sana sini kondisi tumah tersebut. Mengoceh tentang property yang dibutuhkan. Itupun sudah capek temanin keliling seharian liat beberapa listing (property) namun akhirnya bila di tanyakan tidak sesuia kriteria, tidak jadi beli, atau tidak minat sama sekali. Ditelpon kembali tidak diangkat-angkat, alias dicuekin.

Kalau kisahnya sudah begitu, terkadagh ingin teriakkan, Broker Juga manusia..!! Punya rasa punya hati…. P (jadi menyayi lagunya SERIOUS)

Selamat berbisnis broker property.

Sumber Tulisan : Andi Nur Baumassepe

6 responses

  1. Tips menulis: Jangan mulai ‘pada mulanya’

    11 March 2008 http://www.blogberita.net

    Lead atau intro adalah pintu masuk sebuah karya tulis. Ia sangat menentukan, apakah pembaca akan meneruskan ke alinea kedua atau beralih ke artikel lain.

    Aku teringat ketika masih SD dulu, bila guru menyuruh mengarang, hampir semua murid termasuk aku memulai karangan dengan frasa “Pada suatu hari….” Engkau sendiri bagaimana? Aku yakin banyak anak sekolah begitu.

    Setelah tiba di SMA, aku baru tahu bahwa kalimat pembuka seperti itu tidak bagus, tapi tetap saja aku belum paham betul bagaimana menulis teras yang mantap. Barulah setelah menjadi wartawan pada 1994 aku mulai belajar dan memberi perhatian serius setiap mau memulai tulisan dengan kalimat pertama. Tidak ada lagi “Pada suatu hari kami berlibur ke rumah nenek.” :)

    Karena aku tidak pernah belajar secara formal di bangku kuliah atau kursus menulis, maka caraku mempelajari intro adalah dengan membaca apa saja, termasuk buku-buku saku tips menulis. Setiap berita di koran, feature di majalah, naskah dalam buku, hingga artikel di web, selalu kuperhatikan intronya. Dari situlah aku menemukan kiat membuat intro yang tidak segera membosankan pembaca.

    Secara ringkas, intisari menulis intro bagiku adalah berpedoman pada dua hal ini:

    * Tulislah menarik, seperti teknik terbaik merayu perempuan.
    * Jangan bertele-tele.

    Kita, kaum Adam, punya beragam teknik merayu perempuan, contohnya yang telah menjadi pacarmu atau isterimu saat ini. Merayu yang jamak seperti “Hai, kenalan dong,” atau “Kau mirip banget dengan ibuku,” kemungkinan besar tidak akan berhasil. “Ah, biasa lagi,” batin si cewek. Tapi mencoba dengan “Rini, kalau kau nggak mau jadi pacarku, aku tidak akan bunuh diri, nanti ibuku menangis,” mungkin bisa menarik perhatiannya karena terdengar lucu. Setidaknya ia akan tersenyum dan merasa tidak rugi meneruskan pembicaraan denganmu.

    Jadi untuk menghindari kebosanan si Rini, ups, maksudku kebosanan pembaca, mulailah tulisan dengan intro yang menarik. Pengertian menarik di sini bisa beragam. Aku sendiri menetapkan kriteria menarik bagi diriku, dan engkau bisa membuat standarmu sendiri.

    * Jangan mulai dengan kalimat “Seperti yang sudah banyak diberitakan media…,” atau “Seperti yang sudah ramai diposting para bloger…,” dan sejenisnya. Pembaca akan berpikir, untuk apa lagi membaca artikel ini, toh sudah basi. Ini tak ubahnya seperti intro anak SD tadi: Pada suatu hari….
    * Pilih unsur yang menonjol. Dalam ilmu jurnalisme dikenal unsur berita 5W+1H: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Tentukan satu atau dua yang paling penting, dan pakailah itu pada intro. “Roy Suryo menyebut bloger tukang bohong” adalah lebih bagus ketimbang “Beberapa waktu lalu [KAPAN] bloger disebut-sebut sebagai pembohong oleh seorang dosen telematika,” karena Roy Suryo merupakan unsur yang lebih menjual [SIAPA] daripada “Beberapa waktu lalu.” Tapi dalam kasus lain unsur KAPAN bisa lebih cocok diutamakan. Misalnya satu artikelku di weblog ini, intronya kutulis dengan mengedepankan unsur waktu: “Malam ini sekitar pukul 9, Hotman Sibarani, anggota DPRD Kabupaten Tobasa, dijebloskan ke Rutan Balige setelah sempat dicari aparat kejaksaan ke Medan.” Karena berita tersebut kutayangkan di Blog Berita pada pukul 11 malam itu juga, jadi masih segar menonjolkan unsur waktunya.
    * Hindari menulis intro berupa kalimat langsung, kecuali kutipan yang sangat menarik.
    * Poin jangan bertele-tele kumaksudkan agar intro tidak ditulis dalam kalimat kompleks yang panjang. Jangan pakai anak kalimat pada intro. Beberapa kali aku pernah memakai kalimat kompleks [bukan kalimat tunggal] sebagai intro, tapi kuupayakan tidak terlalu panjang. Contohnya intro pada satu berita korupsi: “Seorang PNS Pemkab Tobasa menggundul kepalanya setelah Bupati Monang Sitorus ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.” Aku tidak hanya menulis “Seorang PNS Pemkab Tobasa menggundul kepalanya,” karena akan lebih menarik bila disambung dengan apa yang membuat dia menggundul kepala.

    Oh ya, untuk kawan bloger, di bawah ini kutambahkan sejumlah contoh intro yang sangat sulit menarik minat pembaca:

    * Gak tahu nih mau nulis apa. Tiba-tiba bosan. Makanya aku pengen nulis tentang ini saja….
    TIPS: Jangan mulai tulisan dengan pengakuan bahwa kau sedang tidak ingin menulis. Pembaca akan menyimpulkan: Oalah, blogernya saja lagi tidak mood, berarti artikel ini takkan menarik dibaca.
    * Gue baca postingan di blog tetangga sebelah, terus ada komen yang bilang si Ulil itu antek-antek Yahudi, ah, sudah basi tuh.
    TIPS: Jangan bikin intro yang menunjukkan kesan bahwa kau hanya mengutip tulisan dari sumber lain, apalagi ditambah kata-kata “sudah basi”.
    * Mengapa yah Mega selalu usil sama SBY?
    TIPS: Jangan pakai intro dengan kalimat tanya apabila pertanyaan tersebut sudah umum diketahui jawabannya.

    Artikel ini bermanfaat buatmu? Bagikanlah tips pribadimu. Selamat menulis, selamat ngeblog. [blogberita.net/JARAR SIAHAAN]

    Maret 13, 2008 pukul 10:34 am

  2. Yang perlu dihindari saat menulis

    17 January 2008 http://www.blogberita.net

    Beberapa kebiasaan buruk yang sering membuat seorang penulis dan bloger tidak bisa menulis dengan lancar.

    serial tips menulis; blog berita; jarar siahaan

    Tips-tips ini kuuraikan berdasarkan pengalaman pribadiku selama dulu bekerja sebagai wartawan suratkabar dan kini menjadi blogger-online journalist. Bisa cocok dan berguna bagimu, tapi bisa juga tidak cocok. Pilihlah mana yang menurutmu baik untuk kauterapkan, sedangkan sisanya masukkan saja ke tempat sampah; jangan repot-repot memikirkannya.

    1. Menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan judul.

    Banyak penulis, seperti cerpenis, reporter, atau bloger, yang memiliki kebiasaan untuk membuat judul artikelnya terlebih dahulu. Sebaliknya, ada penulis yang langsung menuliskan artikelnya hingga selesai, baru kemudian membuatkan judul.

    Mana dari kedua cara ini yang paling baik? Keduanya baik, tergantung selera. Tapi sering kutemukan orang yang menghabiskan waktu hingga lima menit, atau bahkan lebih lama, hanya mengganti-ganti judul. Kebiasaan ini jelas berdampak buruk pada kreativitas. Selama mencari judul yang tepat itu, sekian persen ide-ide dan informasi dalam memori kita sangat mungkin lenyap atau setidaknya “basi”, sehingga kata-kata yang kita tuliskan kemudian tidak secemerlang yang kita pikirkan semula.

    Aku sendiri terbiasa menulis judul terlebih dulu. Tapi bila dalam satu menit pertama aku tak berhasil membuat judul yang bagus, maka kumulai saja menulis artikelku. Setelah selesai menulis isi artikel, dan masuk ke proses editing, sering muncul ide menarik yang kemudian kupakai menjadi judul.

    → Keuntungan membuat judul terlebih dahulu: Penulis punya pegangan akan ke arah mana tulisannya.

    → Keuntungan membuat judul belakangan: Ide-ide dalam pikiran penulis bisa dituangkan lebih lancar ke dalam teks.

    2. Mencari topik tulisan yang “terlalu tinggi dan hebat”.

    Jangan tulis apa yang kau tidak pahami dan kuasai. Bila orang lain mampu menulis isu-isu sastra atau filsafat, jangan paksakan dirimu bila tak mampu.

    Tulislah apa yang menjadi hobimu, pekerjaanmu, atau yang berkaitan dengan gelar kesarjanaanmu [pendidikan]. Aku tertarik mengamati sejumlah weblog yang spesifik menulis soal memancing ikan, atau kesehatan gigi, atau kereta angin [sepeda], atau penyakit HIV/AIDS, atau hukum acara pidana/proses peradilan, atau tentang iklan pada sobekan koran, bungkus rokok, hingga billboard.

    Engkau seorang bloger-mahasiswa jurnalistik? Mengapa tidak menulis pengamatanmu terhadap isi suratkabar. Engkau bekerja sebagai PNS dan punya weblog? Mengapa tidak menulis rutinitasmu dan seluk-beluk urusan birokrasi. Banyak orang awam akan tertarik membaca ceritamu bagaimana misalnya sebuah proposal permintaan bantuan dana diproses mulai dari seorang PNS “staf-habis”, kasubbag, kepala bagian/dinas, asisten, sekda, wakil walikota, hingga Pak Wali.Jadi, pada hakikatnya, sebuah artikel yang bagus bukanlah harus bercerita tentang topik-topik setinggi langit.

    → Peganglah ini: Tulisan yang bagus di mata pembaca bukanlah karena APA isu yang ditulis, tapi BAGAIMANA isu tersebut ditulis.

    3. Sibuk memperbaiki ejaan dan tanda baca.

    Salah satu saran dari banyak penulis dan novelis best-seller adalah: Jangan perbaiki ejaan saat menulis. Itu benar, sangat tepat, dan aku mematuhinya.

    Ketika mulai menulis artikel — opini, berita, feature, atau cerpen — aku tidak memperhatikan adanya salah ketik. Kata yang salah eja, tanda baca yang tidak pada tempatnya, kesalahan pemakaian huruf kapital, semuanya kubiarkan saja dulu. Hal-hal itu kucek dan kuperbaiki saat proses membaca ulang atau editing.

    Jadi, bila engkau ingin segala ide menarik dalam otakmu bisa mengalir dengan lancar ke lembar kerja di komputermu, maka jangan asyik membuka kamus untuk mencari ejaan kata yang benar. Lakukan hal itu usai menulis.

    → Biasakan menulis draf artikel tanpa melihat ulang ke atas [mengecek]. Biarkan semua idemu tertulis mengalir apa adanya. Jangan hiraukan apakah kau salah menulis tanda baca atau diksimu kurang tepat.

    4. Jangan pikirkan, tapi tuliskan.

    Tips terakhir ini terdengar ganjil dan seperti nasihat menyesatkan. Ini memang benar-benar rahasia pribadiku.

    Aku tidak pernah “berpikir” saat hendak mulai menulis. Aku berpikir beberapa jam [untuk artikel berbentuk berita] atau bahkan sering beberapa hari [untuk artikel bukan berita] sebelum menulis sesuatu. Jadi, jauh sebelum tanganku menyentuh papan-ketik laptop, aku sudah tahu apa yang akan kutulis.

    Maksudku dengan tips ini ialah, jangan berpikir [baca: mencari topik, mengolah bahan tulisan, dll] pada waktu hendak menulis. Hal itu hanya akan menghabiskan waktumu. Bila sudah membuka halaman ketikan di PC, berarti engkau sudah harus tahu dan kuasai apa-apa yang akan kautulis.

    → Biasanya aku memikirkan apa dan bagaimana artikelku saat “nongkrong” di toilet, atau saat merokok sambil ngopi di kedai, atau beberapa menit menjelang tidur di malam hari. Pernah mendengar “menulis dalam pikiran”?

    Ayo, mulailah menulis, jangan kelamaan berpikir. [blogberita.n

    Maret 13, 2008 pukul 10:38 am

  3. Banyak Pembeli yang Pintar, Banyak juga Penjual yang lagi Butuh Uang

    Ditengah kondisi ekonomi yang tidak bagus saat ini, banyak sekali orang-orang dilanda kesulitas ekonomi. Dimulai dari permasalahan personal seperti di PHK sampai dengan bangkrutnya sebuah perusahaan. Dan biasanya “benteng pertahanan terakhir” selain jenis tabungan pribadi, deposito atau simpanan emas, biasanya investasi property merupakan benteng terakhir.
    Maka ketika usahanya bangkrut, tidak aneh kalo kemudian akhirnya menjual property untuk merecoveri usahanya tersebut. Termasuk juga masalahnya sama jika perekonomian keluarga dilanda kebangkrutan, maka menjual rumah keluarga adalah merupakan keniscayaan. Yang menjadi masalah adalah ketika usaha menjual rumah tidaklah sesederhana menjual jenis barang non property.

    Ditengah orang-orang yang berniat untuk menjual rumah dengan harga yang tentunya juga bersaing, maka munculah calon-calon pembeli yang saat ini kondisinya sudah pada pintar. Banyaknya agent property yang menawarkan rumah dijual, membuat masyarakat teredukasi dalam memilih, memilah, dan mengetahui harga pasaran serta trend bangunan saat ini. Sehingga walaupun saat ini banyak sekali yang sedang mencari rumah, akan tetapi pembeli juga tiak serta merta langsung berminat terhadap rumah yang ditawarkan.

    Agustus 27, 2008 pukul 1:43 pm

  4. SELAMAT MALAM
    Terima kasih atas penjelasan masalah broker properti. salam kenal.

    September 10, 2008 pukul 2:05 pm

  5. Salam kenal lagi bapak “santribuntet”. salam kenal ya pak, saya sebenarnya ingin mendapatkan banyak nasehat-nasehat keagamaan yang bisa membuat pencarahan, biar langkah dan motivasi bekerja semakin mantap.

    September 11, 2008 pukul 5:38 am

  6. This unique blog, “ARTIKEL ” was very good. I am generating out a replica to clearly show my personal pals.

    Thank you-Derek

    Februari 14, 2013 pukul 3:30 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 884 pengikut lainnya.