0853 2001 2201 – 0812 2016 6708

MEMAKSIMAL potensi Kemerdekaan Ruang ……….. 11.53 Wib, 1 November 2015

SEKILAS tidak ada yang aneh saat kubaca majalah baru kulihat. Setelah kubaca siapa pengelola dan penerbitnya, majalah tersebut diterbitkan oleh para Warga Binaan (warna) yang saat ini sedang “mesantren” di lapas 1 Sukamiskin. Lalu kubaca lembar demi lembar majalah yang dibandrol harga Rp 10.000 dengan catatan khusus untuk kalangan sendiri. Temanya beragam dan ditulis oleh para warna sesuai dengan latar belakang keahlian, pekerjaan lama, atau hobinya. Lebih-lebih ada juga tulisan dengan tema sederhana soal permainan kartu gapleh yang ditulis oleh seorang “warna” yang ditulis seorang mantan menteri di jaman Presiden SBY.

Tulisan ini tidak hendak berkomentar soal siapa, tema apa dan bagaimana tulisan mereka. Penulis hanya terinspirasi oleh bagaimana nilai-nilai hidup mereka saat ini terkondisikan sebagai sesama warga binaan ternyata telah meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial. Lebih-lebih ada media dimana mereka bisa sedikit lebih terbuka, lebih bisa menshare dan memaksimalkan potensi menulis sebagai bagian penting sisi positif mengisi waktu selama menjadi warga binaan. Lebih dari itu, penulis merasa bahwa mereka mencoba bertahan hidup dan memaksimalkan potensi ditengah kungkungan dan batasan dinding tembok sebagai warga binaan. Kita hanya membayangkan bagaimana mereka menjalani rutinitas sehari-hari, dari waktu ke waktu dengan aktifitas terbatas dan ruang lingkup terbatas, tetapi bisa tetap sehat lahir dan batin.

Artinya, mereka yang dibatasi serba kekurangan dari pengertian kebebasan ruang, ternyata bisa juga memaksimalkan potensinya, apalagi yang berada di luar kungkungan dan keterbatasan secara fisik. Mereka yang diluar penjara seharusnya bisa memaksimalkan potensi diri dan kemampuan, karena banyak ruang dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Apalagi dengan akses dunia IT, akses teknologi alat-alat komunikasi semakin memudahkan kita melakukan komunikasi walaupun dibatasi oleh jarak dan perbedaan waktu.

Dengan demikian tidak ada alasan lagi untuk hidup bermalas-malasan dan mendiamkan diri dalam keluh-kesah yang tidak memberikan dampak positif apapun terhadap masa depan. Dunia ini terlalu luas untuk berkreasi, dan move on. Hayu ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s