0853 2001 2201 – 0812 2016 6708

Kiner SDM Broker Property

Akhir tahun 2015, saatnya anda belanja property

AKHIR tahun 2015 tingggal dua bulan lagi. Saat ini kita pun sudah menginjak bulan November 2015. Saatnya kita ancang-ancang untuk mencari property yang hendak kita beli di akhir tahun 2015. Mengapa akhir tahun dijadikan momentum untuk membeli property? pertanyaan ini sudah sering penulis dapatkan dari para customer. Penulis menjawab, bahwa;

Pertama, momen akhir tahun biasanya pemilik rumah, khususnya property secondary banyak yang sudah mentargetkan untuk melepas propertynya. Artinya ketika pemilik rumah makin rasional soal estimasi harga yang pas untuk menjual rumahnya akan menjadikan momentum akhir tahun sebagai waktu terakhir melepas propertynya,

Kedua penilaian soal pajak baik pajak penjual (pph 21) maupun BPHTB dijadikan momentum. Karena bisa jadi pajak-pajak tersebut di tahun depan akan lebih mahal,

Ketiga, momen akhir tahun bagi pihak pembeli mempunyai makna akhir tahun yang berhasil dengan diwujudkan berupa membeli property, pun bagi pihak penjual momen akhir tahun akan menerima uang hasil penjualan rumahnya. Oleh karena itu biasanya para broker property baik yang bekerja independen atau bernaung di bawah bendera agency, akan mempersiapkan listing-listing unggulan untuk ditawarkan kepada para pembeli.

Oleh karena itu, ayoo kita hunting property murah, berkualitas dan mempunyai return yang tinggi jika suatu saat anda akan berencana menjual kembali. Ayo saatnya belanja property di momen akhir tahun ini dengan cara segera lakukan konsultasi dan menghubungi broker-broker property yang anda percaya dan bisa membantu mencarikan property yang anda harapkan. Terima kasih

 

WAWAN DARMAWAN, S.Pd

Owner TOTALpro

Iklan

MEMAKSIMAL potensi Kemerdekaan Ruang ……….. 11.53 Wib, 1 November 2015

SEKILAS tidak ada yang aneh saat kubaca majalah baru kulihat. Setelah kubaca siapa pengelola dan penerbitnya, majalah tersebut diterbitkan oleh para Warga Binaan (warna) yang saat ini sedang “mesantren” di lapas 1 Sukamiskin. Lalu kubaca lembar demi lembar majalah yang dibandrol harga Rp 10.000 dengan catatan khusus untuk kalangan sendiri. Temanya beragam dan ditulis oleh para warna sesuai dengan latar belakang keahlian, pekerjaan lama, atau hobinya. Lebih-lebih ada juga tulisan dengan tema sederhana soal permainan kartu gapleh yang ditulis oleh seorang “warna” yang ditulis seorang mantan menteri di jaman Presiden SBY.

Tulisan ini tidak hendak berkomentar soal siapa, tema apa dan bagaimana tulisan mereka. Penulis hanya terinspirasi oleh bagaimana nilai-nilai hidup mereka saat ini terkondisikan sebagai sesama warga binaan ternyata telah meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial. Lebih-lebih ada media dimana mereka bisa sedikit lebih terbuka, lebih bisa menshare dan memaksimalkan potensi menulis sebagai bagian penting sisi positif mengisi waktu selama menjadi warga binaan. Lebih dari itu, penulis merasa bahwa mereka mencoba bertahan hidup dan memaksimalkan potensi ditengah kungkungan dan batasan dinding tembok sebagai warga binaan. Kita hanya membayangkan bagaimana mereka menjalani rutinitas sehari-hari, dari waktu ke waktu dengan aktifitas terbatas dan ruang lingkup terbatas, tetapi bisa tetap sehat lahir dan batin.

Artinya, mereka yang dibatasi serba kekurangan dari pengertian kebebasan ruang, ternyata bisa juga memaksimalkan potensinya, apalagi yang berada di luar kungkungan dan keterbatasan secara fisik. Mereka yang diluar penjara seharusnya bisa memaksimalkan potensi diri dan kemampuan, karena banyak ruang dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Apalagi dengan akses dunia IT, akses teknologi alat-alat komunikasi semakin memudahkan kita melakukan komunikasi walaupun dibatasi oleh jarak dan perbedaan waktu.

Dengan demikian tidak ada alasan lagi untuk hidup bermalas-malasan dan mendiamkan diri dalam keluh-kesah yang tidak memberikan dampak positif apapun terhadap masa depan. Dunia ini terlalu luas untuk berkreasi, dan move on. Hayu ….