0853 2001 2201 – 0812 2016 6708

New – Tentang Property

DIJUAL dan kami kirim bahan dinding, BATA MERAH merk JM SUPER Majalengka

Spesifikasi : Lokasi produksi bata merah kami di Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, Ukurannya 19 x 9 x 4,5 cm, kami siap mengirim ke lokasi proyek dengan jaminan pembayaran dimuka 50% baru barang kami kirim. Hubungi marketing suplayer kami, Deni Bahtiar – 0857 2236 2493

contoh bata, dengan ketebalan 4,5 cm

Contoh bata merah

Iklan

Kasus Balik Nama Tanah Tanpa Izin ….

sUMBER :

http://www.jamespropertyinvestor.com/site/kumpulan-artikel/artikel-investasi-property/147-kasus-balik-nama-tanah-tanpa-ijin

MUNGKIN ini bisa menimpa Anda juga.Karena ketidaktahuan dan keluguan seseorang menyebabkan hilangnya asset yang dimiliki.

Bapak saya utang Rp3,5 juta kepada B dengan jaminan sertifikat tanah. Kemudian B menyerahkan sertifikat itu diserahkan kepada C. Ternyata, sertifikat itu dibalik nama oleh C (dengan syarat-syarat sebagaimana mestinya/pakai akta notaris juga tapi tanpa persetujuan Bapak dan Ibu saya) dan digunakan jaminan untuk mengajukan kredit sebesar Rp90 juta kepada bank pemerintah, masuk pengadilan tapi dihentikan tanpa keputusan apapun (dibekukan). Pertanyaannya: (1) Bagaimana kami dapat memperoleh sertifikat kembali yang telah dibalik nama, sementara C dan Bapak saya udah meninggal? (2) Bank mau melepas sertifikat atas nama C tersebut dengan minta imbalan sebesar Rp45 juta, apakah tindakan ini benar? Tindakan apa yang harus kami ambil?

Perlu diketahui dahulu bila memberikan jaminan bagi pembayaran/penulasan utang dengan sertifikat tanah sebaiknya dilakukan berdasarkan pembebanan hak tanggungan sesuai dengan Undang-Undang No.4 Tahun 1996. Dengan begini, selain ada akta pembebanan hak tanggungan, pembebanan (penyerahan) hak kebendaan atas tanah dicatat pada buku tanah (yang melekat pada sertifikat tanah), sehingga ini menghindari transaksi yang dilakukan oleh B dan juga C.
Karena Bapak anda sudah terlanjur memberikan sertifikat tanah (notabene, bukti fisik) kepada C dan ternyata C telah melakukan balik namanya serta telah menjaminkannya kepada bank pemerintah, maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Mengingat Bapak anda sudah meninggal, maka anda harus membuktikan bahwa anda adalah ahli waris yang sah. Bukti tertulis dapat berupa keterangan ahli waris dari lurah/camat setempat atau penetapan pengadilan.

b. Setelah memperoleh bukti ahli waris, anda dapat meminta pembatalan balik nama atas sertifikat tanah kepada pengadilan. Namun sebelumnya, anda perlu mengumpulkan bukti-bukti tertulis termasuk fotokopi sertifikat tanah atas nama Bapak anda atau selain itu yang dapat menunjukkan kepemilikan tanah tersebut.
Perlu anda ketahui bagaimana balik nama ke C atas sertifikat tanah tersebut, karena setiap balik nama dilakukan atas dasar perolehan hak tertentu, termasuk berdasarkan transaksi jual beli atau pengalihan hak lainnya. Termasuk pula untuk mengetahui (bila ada) apakah isi perjanjian atau kesepakatan apapun antara B dan C.
Mengenai status hutang Bapak anda kepada B dapat menjadi satu opsi membantu upaya pembatalan sertifikat tanah atas nama C. Yaitu, dengan cara melunasi hutang tersebut.

c. Apabila anda telah mengetahui atau bahkan memiliki bukti-bukti di atas, maka anda dapat sebaiknya meminta konsultasi lebih mendalam dengan pengacara yang kompeten mengenai pembatalan sertifikat tanah tersebut dan hal-hal terkait lainnya upaya hukum apakah yang perlu dilakukan oleh anda.

 


BELI RUMAH 6 Langkah Penting Membeli Rumah Seken

Oleh : Natalia Ririh | Latief | Kamis, 19 April 2012 | 11:00 WIB (sumber http://www.kompas.com)

HGTV

Perhatikan secara benar nama yang tercantum dalam sertifikat, serta hubungannya dengan penjual. Cari tahu apa alasan rumah tersebut dijual dan berapa ahli warisnya.

KOMPAS.com – Rumah seken atau bekas memiliki daya pikat tersendiri, misalnya karena lokasinya strategis atau dilengkapi beragam fasilitas. Meski demikian, dibandingkan dengan rumah baru, jelas perlakuan terhadap rumah seken berbeda.

Anda tertarik membeli rumah seken? Berikut ini 6 tips yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan membeli rumah seken atau bekas:

Kondisi bangunan

Periksalah kondisi bangunan dengan melibatkan kontraktor atau arsitek. Cek fondasi dan struktur bangunan lantai, serta atap. Pastikan juga daya dan distribusi kabel, sirkulasi udara di setiap ruangan, intensitas cahaya, serta sumber air. Cermati letak jalur pipa air pastikan jarak minimal dengan tangki septik 10 meter.

Status kepemilikan dan dokumen

Perhatikan secara benar nama yang tercantum dalam sertifikat, serta hubungannya dengan penjual. Cari tahu apa alasan rumah tersebut dijual dan berapa ahli warisnya.

Tak kalah penting adalah memeriksa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini berguna untuk mengecek luas bangunan sama dengan yang tertera di sertifikat PBB dan IMB.

Usia bangunan

Hal penting diperhatikan adalah menanyakan usia bangunan dimaksudkan sebagai tindakan preventif, apabila nantinya rumah seken tersebut ditempati. Pengelompokkan bangunan rumah sesuai usianya, bila baru berarti kurang dari 10 tahun, bangunan sedang berdiri 10-20 tahun, dan bangunan tua bila usianya lebih dari 20 tahun.

Penting juga menanyakan kapan terakhir rumah direnovasi. Renovasi bukan patokan baku, namun dapat mempengaruhi kualitas bahan bangunan, tipe struktur, dan kualitas pengerjaan.

Membeli dari pemilik langsung

Cara membeli rumah seken yang baik adalah dengan membelinya langsung dari pemiliknya. Dengan menemui pemilik, Anda bisa memperoleh informasi mendetail tentang rumah tersebut. Selain itu, harga rumah juga menjadi lebih murah karena tidak perlu memberi komisi kepada broker atau perantara

Periksa harga

Agar tidak “tertipu” harga jual rumah, maka carilah data sebanyak-banyaknya mengenai harga pasaran rumah yang sedang Anda taksir. Pertimbangkan juga sisa investasi apabila suatu hari Anda hendak menjualnya. Mencari info seputar harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi dapat membantu Anda melakukan penawaran sewajarnya.

Pakai broker terpercaya

Apabila memang terpaksa membutuhkan jasa perantara, maka pilihlah broker yang bisa dipercaya. Misalnya, broker tersebut sudah Anda kenal atau atas rekomendasi terbaik kolega Anda.


Pembatasan Luas Lantai Mempersulit Masyarakat

OLEH : WAWAN DARMAWAN

MANTAN Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy’ari menilai, pembatasan luas lantai untuk rumah bagi masyarkat berpenghasilan rendah (MBR) tidak tepat. Aturan luas lantai 36 meter persegi ini hanya akan mempersulit masyarakat memperoleh rumah layak huni.

“Saya merasa penetapan luas lantai per orang yang ditetapkan kurang tepat karena akan mempersulit kaum duafa memiliki rumah layak huni,” ujarnya dalam sidang uji materi Undang-undang No 1 Tahun 2011 pasal 22 ayat 3 tentang Perumahan dan Kawasan permukiman, yang diajukan Asosiasi Pengembang Perumahan dan permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), di Jakarta, Selasa (17/4/2012).

 

Yusuf mengatakan, untuk mengatasi backlog perumahan terutama bagi MBR, dapat diatasi dengan rumah inti tumbuh. Rumah Inti Tumbuh merupakan pembangunan rumah yang diawali dengan luas lebih kecil (tipe 21, 22, dan 27). Rencana itu kemudian dilanjutkan dengan pengembangan bertahap mencapai ukuran minimum 36 meter persegi.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf berharap, hasil sidang MK ini dapat memberikan hasil terbaik dalam program penyediaan rumah bagi MBR di Indonesia. Ia mengatakan, apabila peraturan yang tertuang dalam UU No 1 Pasal 22 ayat 3 tentang PKP ini tidak dapat dirubah, setidaknya MK memberi tenggang waktu atau masa transisi. Tujuannya, agar rumah di bawah tipe 36 yang terlanjur dibangun pengembang bisa terjual.

“Apabila tidak bisa diubah, maka pelaksanaannya bisa ditunda minimal lima tahun. Jika dalam kurun waktu tersebut ada peningkatan kesejahteraan masyarakat tentunya pelaksanaan pasal ini bisa dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Disadur dari Kompas.com

Sumber : http://rumah2000.com/content/pembatasan-luas-lantai-mempersulit-masyarakat